Pasar Komoditas Global

Pasar Komoditas Global

Kegiatan ekonomi global yang membaik pasca phase 1 trade deal AS-Tiongkok berdampak positif pada aktivitas perdagangan dunia.

Data terkini MS world trade volume dan global new orders menunjukkan perbaikan di triwulan IV 2019. Deeskalasi ketegangan perdagangan juga mendorong peningkatan permintaan barang-barang ekspor dari AS, India, dan Tiongkok sejalan dengan prospek pemulihan ekonomi ke depan.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Dunia Bagian I

Pada 2020, volume perdagangan dunia (World Trade Volume-WTV) diprakirakan akan membaik seiring dengan pemulihan impor negara Emerging Market (EM), diversifikasi perdagangan (trade diversion) yang meluas, stimulus pemerintah di berbagai negara yang berlanjut, dan pertumbuhan perekonomian global yang membaik (Grafik 1.1).

Grafik 1.1. Volume Perdagangan Dunia
Harga komoditas membaik terutama didorong oleh Crude Palm Oil (CPO), karet, dan nikel.

Harga komoditas CPO meningkat seiring dengan keterbatasan pasokan CPO, di tengah permintaan CPO yang masih terjaga (Tabel 1.2).

Tabel 1.2. Indeks Harga Komoditas Ekspor Indonesia

Produksi komoditas CPO terganggu akibat kekeringan yang berkepanjangan selama 2019 dan penambahan lahan produksi yang terbatas. Perbaikan harga CPO juga didukung oleh permintaan India dan Tiongkok yang tetap tinggi. Ke depan, permintaan CPO dari kedua negara tetap baik, didorong oleh penurunan pajak impor CPO oleh India dan penghapusan tarif impor CPO oleh Tiongkok. Selain itu, kenaikan harga CPO dunia juga dipengaruhi oleh penggunaan biodiesel khususnya di Malaysia.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Dunia Bagian II

Harga komoditas karet mulai meningkat seiring dengan pemulihan penjualan mobil. Sementara itu, peningkatan harga nikel disebabkan oleh ganguan produksi di Brazil dan pelarangan impor biji nikel.

Harga minyak cenderung meningkat karena kenaikan permintaan dan eskalasi geopolitik di Timur Tengah (Grafik 1.3).
Grafik 1.3. Perkembangan Harga Minyak

Peningkatan permintaan minyak didorong oleh perbaikan ekonomi global dan sentimen pasar yang dipicu oleh konflik AS-Iran. Sementara itu, dari sisi pasokan terdapat potensi penurunan seiring dengan komitmen pemotongan produksi OPEC+ dan eskalasi geopolitik AS-Iran. Dari sisi harga, risiko geopolitik dapat meningkatkan volatilitas harga minyak, namun dampak ke pertumbuhan ekonomi global diprakirakan terbatas. Kedepan, kondisi geopolitik AS-Iran tetap dicermati.

Sumber: Bank Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *