Pertumbuhan Ekonomi Global

Pertumbuhan Ekonomi Dunia Bagian I

Pertumbuhan Ekonomi Global

Prospek pemulihan ekonomi dunia di 2020 mulai terlihat dan mendukung berlanjutnya penurunan ketidakpastian pasar keuangan global.

Perbaikan ekonomi global terutama didukung oleh perkiraan pertumbuhan di sejumlah negara berkembang yang lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya (Grafik 2.1).

Baca juga: Langkah Mudah Menjadi Investor Saham

Beberapa indikator dini global terkait indeks manufaktur, indeks pemesanan ekspor, indeks produksi, dan indeks keyakinan membaik dalam dua bulan terakhir 2019. Perbaikan itu didorong oleh stimulus kebijakan yang ditempuh di banyak negara dan optimisme pasca kesepakatan dagang phase 1 trade deal Amerika Serikat (AS)-Tiongkok.

Perkembangan itu berkontribusi positif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi negara maju seperti AS, Jepang, dan Eropa, sejalan dengan langkah-langkah kebijakan yang ditempuh oleh otoritas di masing-masing negara tersebut.

Pertumbuhan ekonomi negara berkembang juga berpotensi lebih tinggi, termasuk di Tiongkok, India, dan Brazil, meskipun masih terdapat sejumlah permasalahan domestik di negara tersebut yang sedang diatasi otoritas negara yang bersangkutan.

Secara keseluruhan, optimisme perbaikan ekonomi global berdampak pada menurunnya ketidakpastian pasar keuangan global dan mendorong peningkatan aliran modal asing ke negara berkembang.

Secara keseluruhan, optimisme perbaikan ekonomi global 2 berdampak pada menurunnya ketidakpastian pasar keuangan global dan mendorong peningkatan aliran modal asing ke negara berkembang.

Perkembangan terkini menunjukkan bahwa rilis ketiga pertumbuhan ekonomi AS pada triwulan III 2019 tercatat sebesar 2,1% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada triwulan sebelumnya yang mencapai 2,3% (yoy)- (Grafik 2.2).

Perlambatan tersebut terutama disebabkan oleh kinerja investasi yang memburuk, di tengah konsumsi yang masih tumbuh stabil yang tercermin dari penjualan ritel yang tumbuh meningkat. Sementara itu, kebijakan moneter akomodatif melalui penurunan Fed Fund Rate (FFR) belum berdampak signifikan pada investasi. Dengan perkembangan tersebut, ekonomi AS pada 2019 diperkirakan tumbuh sebesar 2,3% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada 2018 sebesar 2,9% (yoy).

Pada 2020, ekonomi AS diprakirakan tumbuh membaik seiring dengan phase 1 trade deal AS-Tiongkok yang mendorong perbaikan keyakinan bisnis dan konsumen yang pada gilirannya dapat meningkatkan investasi dan konsumsi. Pasar tenaga kerja AS masih cukup baik, kendati partisipasi tenaga kerja (Labor Force Participation Rate) masih tertahan, seiring dengan penurunan partisipasi tenaga kerja kelompok usia 25-54 tahun.

Tekanan inflasi AS masih rendah disertai dengan ekspektasi inflasi yang tetap rendah.

Inflasi Personal Consumption Expenditure (PCE) AS pada Desember 2019 tercatat tetap rendah sebesar 1,5% (yoy), tidak berubah dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya (Grafik 2.3). Inflasi inti PCE juga tercatat tetap rendah, yakni sebesar 1,6% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi pada November 2019 sebesar 1,7% (yoy). Sementara itu, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 2,3% (yoy), sedikit meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 2,1% (yoy), didorong oleh inflasi transportasi.

Tekanan inflasi yang masih rendah juga dipengaruhi oleh masih terbatasnya dampak tarif yang ditetapkan oleh AS kepada Tiongkok terhadap kenaikan harga barang di AS. Penetapan tarif sejauh ini masih diserap oleh korporasi Tiongkok untuk mencegah penurunan permintaan lebih lanjut. Ke depan, ekspektasi inflasi AS diprakirakan tetap terjaga pada level yang rendah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *